Aku ingat seribu topeng yang kau kenakan tadi malam
Sekadar ruang maya bersama para jahanam
Mengisi cangkir-cangkir kenistaan
dengan air mani berlebel wishki yang kau keluarkan
serupa roman picisan
Aku menghilang
di balik kabut membayang
Seketika kau menghampiriku secara perlahan
membawa bekal ”Perubahan !”
“Lantas bagiamana bila ingatanku berdarah lagi ?”
Lakumu hanya bisu, seperti meja kayu
yang kusam bertilam debu.

0 komentar:
Posting Komentar