Ku nyalakan tungku
tuk merebus sajak-sajak
ku dulu
mendidihkan luka yang
menganga
menebarkan uap tetesan air
mata
Lantas,,
ku putuskan pergi : sebelum api melahap sisa sepi
Sedangkan kau masih
termangu
berfantasi kala cuaca
pilu
seolah melenyapkan
lirih kerinduan
pada kelam yang
menghujam

0 komentar:
Posting Komentar